tribun di lapangan KaokanaoSudah empat kali saya ke Kaokanao. Kota tua yang benar-benar terlupakan, kota yang penuh sejarah namun masih sedikit tersentuh pembangunan. Di Kaokanao ada sebuah SMA Negeri, ketika saya berkunjung kesana saat itu telah selesai ujian akhir nasional.

Seperti biasa, saya dan kawan - kawan menginap di pastoran. Di situ kami bercengkerama dengan beberapa orang tua. Mereka bercerita bahwa siswa/i SMA itu tahun ini yang LULUS 0.09 % atau bisa dikatakan hampir semua TAK LULUS benar-benar menyedihkan. Menurut mereka guru-guru yang mengajar di SMA itu tak mengajar sampai berbulan-bulan, pantas saja mereka tidak lulus. Melihat kenyataan itu membuat geram para orang tua di Kaokanao.

Ah… benar- benar menyedihkan. Ada cerita lain. Di Kaokanao ada sebuah lapangan sepak bola, seperti kebanyakan lapangan di kampung tentunya lapangan itu ditumbuhi rumput liar. Upaya pemerintah untuk memperbaiki memang ada tapi, yah begitulah pemerintah bekerja asal-asalan. Di lapangan itu dibangun yang kata penduduk Kaokano adalah sebuah tribun penonton.

Tapi apa yang ada tampak bukan seperti sebuah tribun melainkan seperti panggung hiburan malah lebih cocok disebut PosKamling atau pos ronda. Bagamana tidak disebut sperti itu, dilihat dari bentuk bangunannya saja sudah tak menyakinkan dan tak layak disebut tribun penonton.

Sebenarnya apa seh tujuan pemerintah membangun tribun seperti itu?? mungkin maksudnya baik tapi pelaksanaannya saja yang asal-asalan, bagaimanapun juga yang penting PROYEK.

Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008

Kamis, 5 Juni 2008 hingga 8 Juni 2008, saya mengikuti Pameran Pekan Lingkungan Indonesia & CSR Indonesia Expo 2008 di JCC. Pameran tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menteri Perumahan Yusuf Asy’arid dan secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

LPMAK berada satu stand dengan PTFI selain itu juga turut Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH) mengenai program lingkungan di Provinsi Papua. Pameran tersebut dikunjungi oleh para pemerhati di bidang CSR, pejabat pemerintah, aktivis kemasyarakatan, pengusaha dan para mahasiswa.

Ini pengalaman terbaru yang saya alami mengikuti pameran berskala nasional. Banyak pengunjung yang ingin mengetahui program-program yang di kelola LPMAK dan apa yang telah dilakukan PTFI untuk masyarakat di Mimika. Selain itu ada pula pengunjung yang sekadar mengkritik maupun memberikan saran-saran.

Namun sangat disayangkan ketika seorang pengunjung bertanya kepada saya tentang Forum Kemitraan Pengelolaan Lingkungan Hidup Papua (FKPLH), saya kebigungan dan menoleh kekanan dan kiri unntuk mencari orang yang dapat menjelaskan mengenai FKPLH. Usaha saya sia-sia, teman-teman dari PTFI pun kebingungan. Seharusnya yang menjaga dan menerangkan poster yang dibuat FKPLH adalah pejabat dari Bapeldalda Papua.

Hari pertama saat persiapan stand pejabat itu ada setelah itu tak tahu dimana rimbanya hingga saat membereskan stand sang pejabat yang terhormat beserta krunya baru muncul di stand. Memang sangat disayangkan kesempatan yang baik untuk memberikan informasi kepada masyarakat Jakarta tidak digunakan dengan baik. Perjalanan dianas digunakan untuk jalan-jalan keliling Jakarta.

Sebenarnya mereka itu mau ikut pameran atau hanya menggunakan pameran sebagi kedok untuk bersenang-senang. Aah….. benar-benar mental pejabat….

Sedikit kisah tentang pameran, kisah lain mengenai saya akan ditulis lain kesempatan :)

Sambungan kemarin

Dari obrolan sekitar dua jam, kami yang datang sedikit menyinggung mengapa Pak Allo tidak mencalonkan menjadi Bupati dan kami memberi jaminan jika Ia mencalonkan diri sudah dipastikan akan menang meskipun tanpa kampanye. Kami berani memberikan garansi seperti itu karena selama beliau memimpin Mimika menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan lima tahun yang lalu.

Dengan bijak Bupati mengatakan bahwa Ia tidak mampu memenuhi permintaan partai politik agar memberika sejumlah uang. Di Mimika satu koalisi ada yang berjumlah 10 Parpol dan setiap parpol meminta sekitar Rp. 600 juta.

Dengan jumlah uang sebanyak itu dikalikan 10 parpol tentunya jumlah yang sangat besar. Jangankan Rp 6 Miliar, Rp 600 juta saja jumlah yang sangat besar, begitu katanya kepada kami. Selain masalah keuangan, salah satu tujuannya menjadi penjabat Bupati untuk menyukseskan Pemilu Kada Mimika sehingga tidak dapat mencalonkan menjadi Cabup.

Jika Pemilu Kada berjalan dengan lancar tanpa terjadi sesuatu yang diinginkan, masa jabatannya akan berakhir. Akan tetapi karyanya tak akan dilupakan oleh masyarakat di kabupaten ini. Mimika sebenarnya membutuhkan pemimpin yang benar-benar merakyat seperti yang ada dalam diri Bupati saat ini. Dengan APBD yang melimpah, mestinya Mimika menjadi Kabupaten yang maju dalam hal insfrastruktur maupun kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya. Yang terjadi malah sebaliknya uang melimpah Mimika seperti tak ada perkembangannya, hanya penduduknya saja yang semakin tahun semakin meningkat sekitar 10 persen.

Selain bercerita mengapa Ia tidak mencalonkan diri menjadi Bupati untuk periode ini, Ia juga bercerita tentang pengalamannya saat mengunjungi Distrik Jita. Di Distrik itu, pusat pemerintahannya sangat jauh dari pemukiman penduduk. Ketika Ia datang, Ia disambut oleh Kepala Distrik. Ia cukup heran sebuah Distrik yang ditumbuhi rumput liar yang tingginya hamper setengah badan orang dewasa.

Di Jita jarak Puskesmas dengan Kantor Distrik sekitar satu kilometer, Polsek juga satu kilometer, kemudian jarak pemukiman penduduk dengan kantor Distrik sekitar satu jam perjalanan. “Saya heran siapa yang bangun Distrik seperti ini,” katanya kepada kami dengan wajah yang penuh rasa heran.

Seperti layaknya seorang teman, Bupati sedikit curhat kepada kami. Ia menilai program pendidikan yang menelan ratusan miliar rupiah seakan sia-sia. Banyak gedung sekolah yang berada di kampung-kampung di Mimika oleh Dinas P & P kebanyakan tak digunakan dan kondisinya tak layak pakai.

Di Jila (kalau saya tidak salah dengar :) ) ada sebuah gedung sekolah yang benar-benar tak digunakan, ketika ia berkunjung ke daerah itu, menurut masyarakat setempat gedung itu tak pernah digunakan dan tak ada satupun guru apalagi murid.

Tetapi yang di tulis di Koran seorang pejabat Dinas P & P mengatakan bahwa didaerah itu ada aktifitas belajar mengajar . Membaca berita itu rupanya Bupati geram, “Saya akan cari orang yang bicara seperti itu dan akan saya kipas dia,” katanya disambut tawa kami.

Pandangan-pandangannya serta pemikirannya untuk Mimika di masa depan ada dalam dirinya akan tetapi tak akan terealisasi karena jabatannya akan segera berakhir. Mudah-mudahan Bupati yang terpilih nanti bisa meneruskan apa yang sudah di rintis oleh Bupati saat ini, Allo Rafra, SH.
SEMOGA….

Seperti mimpi di siang bolong, saya tidak menyangka hari ini bisa bertandang ke rumah sekaligus kantor Penjabat Bupati Mimika, Allo Rafra.  Memang bukan kali ini saya bertemu bupati. Dalam berbagai acara saat dihadiri oleh bupati, saya ada untuk mengabadikannya.

Tapi kali ini benar-benar spesial, saya bisa ke ruang kerja bupati dan mengambil foto secara langsung satu lawan satu. Keperluan saya dan teman-teman dari KPAD Mimika untuk mengambil gambar bupati dan akan dijadikan bahan pembuatan poster tentang HIV/AIDS.

Kami hanya diberi waktu lima menit, karena bupati sudah sangat lelah dengan segudang pekerjaan dan permasalahan yang harus di selesaikan. Tapi ternyata bukan hanya lima menit kami bercengkrama akan tetapi sekitar dua jam.

Sambutan pertama yang keluar dari mulut bupati, “jadi bupati itu tidak enak, kalian kira enak kah”. Kami hanya tertawa kecil. Setelah mengutarakan maksud kedatangan kami, bupati menyambut baik. Yang ada dalam pikiran saya saat itu, selesai menjelaskan maksud dan tujuan kami kemudian dilanjutkan dengan pemotretan.

Tapi yang terjadi bupati bercerita ngalor ngidul. Ia menceritakan permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Mimika serta pandangan-pandangannya kedepan untuk Mimika.

Kurang lebih setahun Ia memimpin kabupaten ini dan telah menghasilkan karya yang cukup luar biasa,  pembangunan jalan dan proyek-proyek fisik lainnya sudah berjalan dan terbukti. Banyak sekali cerita yang dapat saya tuliskan disini tapi saya pun sudah lelah dan harus segera pulang.

Tunggu postingan dilain kesempatan :)

Senin (19/5) PEMILU KADA Mimika digelar, banyak kendala mulai dari salah nama hingga pemilih tak terdaftar tapi bagaimanapun itu pemilukada tetap digelar dan telah selesai dilaksanakan.

Saat pencoblosan ada kejadian lucu di TPS kampung saya, seorang ibu tidak mendapatkan kartu pemilih, kemudian ia mendengar bahwa tanpa kartu pemilih pun bisa asal mempunyai KTP. Ia pun ikut mengantri, saat gilirannya ia ditolak oleh petugas. Petugas menyarankan agar melihat daftar yang ditempel. Jika dalam daftar itu ada namanya, maka tanpa kartu pemilih tetap bisa ikut memilih dengan menunjukan KTP.

Si Ibu kemudian mencari namanya, namun sial namanya tak tercantum dalam daftar. Si ibu menghadap petugas, lalu petugas itu menyarankan agar si ibu pulang dan tak usah memilih. Dengan spontan ibu itu berkata,”Wah Kalo saya nga nyoblos ntar nga dapat duit, ya rugi saya”.

Semua orang yang mendengar kata itu lantas tertawa dan sang petugas memberitahukan pada si ibu bahwa disini hanya untuk nyoblos bukan bagi-bagi duit.

Ibu itu sudah terhasut dengan desas desus bahwa kalau memilih pasangan ….. atau …. akan di beri uang. Atau apakah memang ada praktek money politik??? Saya tidak tahu :D tanyakan saja ke Panwaslu :)

Sapaan penulis

SELAMAT DATANG dan SELAMAT MENIKMATI. Blog ini dibuat untuk menampung tulisan2ku baik yang telah dimuat di tabloidku maupun kisah2 perjalanku, juga tempat menuangkan segala macam uneng2 pribadi. Jika merasa keberatan JANGAN MENGAKSES blog ini. Tapi jika Anda tetap bersikeras mengakses blog ini, saya mengharapkan kritik dan saran serta pertanyaan, silakan beri komentar.

Tentang Landas

LAndAS, buletin internal Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), untuk selengkapnya silakan kunjungi tautan LPMAK.

Arsip

Penanggalan

Juli 2008
M S S R K J S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Yang mengomen

fauzy mulia kam di Foto Kuala Kencana
rianto di Foto Kuala Kencana
budee di Proses Bakar Batu
o di Biofile
Jar di Bom Bunuh Diri dan Kemenangan…

yang Mampir

  • 17,938 Pelancong

Yang Iseng Saat Ini

who's online
Add to Technorati Favorites